Rabu, 18 Januari 2017

Kenapa Muhammadyah Puasa dan Lebaranya berbeda?

Kenapa muhammadyah Puasa dan Lebaranya berbeda...? 🐒 Jawabanya cukuplah jelas, singkat, dan padat πŸ“˜πŸ“š. Perintah berpuasa dan Lebaran adalah perintah yang diberikan Allah SWT seperti halnya perintah Solat dan Zakat, begitu juga tata cara Solat dan Zakat pun dijelaskan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad melalui wahyu yang disebut dengan Al-Quran ✒️✏️. Sementara kita tahu bahwasanya di dalam AL-quran Allah SWT tidak memerintahkan umat muslim dalam menentukan hari Berpuasa dan Lebaran dengan cara Rukyat seperti yang dilakukan oleh NU melainkan dengan cara Hisab🚩. Kalo kita mengamati secara inernasional yang dimaksud dengan penentuan hilal adalah perhitungan bulan, sementara Rukyat secara internasional (silahkan dicari dengan keyword bahasa inggris digoogle untuk mengetahui secara umum makna Hilal secara skala internasional) hanyalah bagian sub saja dari Hisab 🌜. Artinya Rukyat adalah cara menghitung Bulan sebelum orang-orang tau bagaimana cara menghitung Bulan yang Akurat. Atau Rukyat adalah cara perhitungan kira-kira. ♨️ Kita juga tau Allah memerintahkan Puasa dan Lebaran didalam wahyu Al-Quran tidak dengan cara Rukyat melainkan Hizab. Smoga bermanfaat ~Amin 🌹🌹🌹

4 komentar:

  1. tapi d hadits ada

    summu li rukyati faaftiru lirukyatihi
    ( puasalah kamu ketika melihat hilal dan berbukalah kamu ketika melihat hilal)

    BalasHapus
  2. Iya hadist adalah sgala sesuatu yg dilakukan oleh nabi Muhammad, sedang pada masanya beliau tdak tau cara hizab (melakukan perhitungan bulan) hadis yg seperti itu disebut dengan hadist yg berilat atau mempunyai sebab. ”Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis)[5] dan tidak pula mengenal hisab[6]. Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30).”

    BalasHapus
  3. hadits nabi pernah mengatakan bahwa puasalah kamu ketika "Melihat" Bulan. Melihat itu berarti menyaksikan bukan menghitung.Karena dengan pikiran " Menghitung" itu lebih banyak salahnya dibanding dengan Melihat.
    Setelah dengan melihat ternyata Tidak Terlihat Hilal baru kita melalui jalan Hisab.
    jadi yang kita lakukan itu rukyat dulu baru hisab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu kan hadist, artinya yg dilakukan nabi... Urutanya kan allah memberi perintah dahulu. Memang allah memberikan perintah untuk melihat bulan atau rukyat?

      Hapus